Breaking News

Diduga Wisata Dusun Semilir Membungkam, Insiden Tewasnya Tenaga Magang Ahmad Saeful Fajar Ditutup Rapat


BAWEN, SEMARANG
// FAKTA88.CO.ID // Tepat 7 Hari Kabar duka menyelimuti kawasan wisata populer Dusun Semilir, Bawen, menyusul insiden kecelakaan kerja fatal yang merenggut nyawa seorang tenaga magang bernama Ahmad Saeful Fajar. Meski peristiwa ini telah menjadi buah bibir di kalangan internal dan pengunjung, pihak manajemen hingga kini terkesan "tutup mulut" dan enggan memberikan klarifikasi resmi kepada publik.

Kronologi Kejadian: Diduga Terjatuh dari Ketinggian 30 Meter

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban yang merupakan warga Soko Sewu Watu Agung, Tuntang, Diduga dilaporkan terjatuh dari ketinggian sekitar 30 meter. Saat itu, korban diduga tengah melakukan perbaikan pada struktur wahana perosotan yang menjadi ikon tempat wisata tersebut.

Saksi mata di lokasi, mulai dari pengunjung hingga penyewa stan (tenant), melihat korban terempas di area Alas Angon. Korban yang dalam kondisi kritis langsung dilarikan ke RS AT-TIN Bawen guna mendapatkan pertolongan medis darurat.

Konfirmasi Pihak Rumah Sakit

Pihak RS AT-TIN membenarkan adanya pasien rujukan dari Dusun Semilir atas nama Ahmad Saeful Fajar. Namun, meski tim medis telah berupaya maksimal, nyawa korban tidak tertolong.

"Benar ada pasien dari Dusun Semilir. masuk Tanggal 28 Januari 2026 Saudara Ahmad Saeful Fajar dinyatakan meninggal dunia tepat pukul 17.00 WIB dan langsung dibawa pulang oleh pihak keluarga ke Tuntang," terang sumber di rumah sakit.

Manajemen "Bungkam" dan Sorotan Tajam K3

Hingga berita ini diturunkan, manajemen Dusun Semilir masih bungkam seribu bahasa. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media tidak membuahkan hasil. Seorang sumber internal yang enggan disebutkan namanya hanya memberikan pernyataan singkat.
"Kami tidak berani memberikan keterangan, semua sudah ditangani pihak Menejemen,," ujarnya.

Sikap tertutup manajemen ini memicu kecurigaan publik terkait standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di area wisata. Pasalnya, ini bukan kali pertama Dusun Semilir menjadi sorotan. Sebelumnya, DPRD Kabupaten Semarang melalui Komisi C sempat menyoroti masalah perizinan dan operasional lokasi tersebut.

Desakan Audit Menyeluruh

Tragedi tewasnya tenaga magang ini menambah daftar panjang polemik di Dusun Semilir. Masyarakat dan sejumlah pihak mendesak agar aparat penegak hukum dan dinas terkait segera turun tangan melakukan investigasi mendalam. Jika ditemukan unsur kelalaian dalam prosedur keselamatan kerja, pihak manajemen harus bertanggung jawab secara hukum agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.****

Type and hit Enter to search

Close