DEMAK // FAKTA88.CO.ID // Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Semarang, Dodi Susanto, menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga nama baik organisasi. Bersama jajaran anggotanya, Dodi hadir langsung mendampingi Ketua DPD Jawa Tengah, Isroi Rais, S.H., M.H., M.Kn., dalam kunjungan audiensi di Polres Demak, Rabu (25/2/2026).
Kehadiran Dodi Susanto merupakan bentuk dukungan penuh terhadap langkah hukum yang diambil organisasi terkait dugaan fitnah oleh oknum berinisial E.S. Oknum tersebut sebelumnya menyebut melalui media sosial bahwa operasional GRIB Jaya didanai oleh praktik solar ilegal.
Satu Komando Jaga Nama Baik
Dalam kesempatan tersebut, Dodi Susanto menegaskan bahwa seluruh anggota GRIB Jaya Kabupaten Semarang merasa terluka dengan tuduhan tidak berdasar tersebut. Ia menyatakan bahwa kehadirannya bersama anggota ke Demak adalah bukti bahwa organisasi tetap solid dan tidak akan tinggal diam jika marwahnya diinjak-injak.
"Kami hadir di sini membawa pesan solidaritas. GRIB Jaya Kabupaten Semarang satu komando dengan DPD Jateng. Kami mendukung penuh langkah Ketua DPD untuk membawa masalah ini ke ranah hukum. Tuduhan soal solar ilegal itu sangat keji dan mencederai integritas kami sebagai organisasi yang taat aturan," ujar Dodi Susanto di lokasi.
Mendorong Proses Hukum yang Adil
Dodi juga menambahkan bahwa langkah mendatangi kepolisian adalah bukti bahwa GRIB Jaya adalah organisasi yang dewasa dan elegan. Alih-alih terprovokasi di media sosial, mereka lebih memilih meminta perlindungan hukum agar kebenaran terungkap secara transparan.
Soliditas yang ditunjukkan Dodi Susanto dan para ketua DPC lainnya (Kudus, Rembang, Batang, dsb) menjadi simbol kuat bagi publik bahwa GRIB Jaya memiliki persatuan yang kokoh dalam menghadapi segala bentuk provokasi yang dapat mengganggu kondusivitas wilayah Jawa Tengah.
Harapan Kedepan
DPC GRIB Jaya Kabupaten Semarang berharap pihak kepolisian segera memanggil oknum berinisial E.S tersebut untuk mempertanggungjawabkan pernyataannya. "Ini menjadi pelajaran bagi siapa saja agar lebih bijak dalam bermedia sosial. Jangan asal bicara tanpa bukti, karena ada konsekuensi hukum yang menanti," pungkas Dodi.



Social Footer