"Konsep tur virtual ini memanfaatkan teknologi agar siswa tetap bisa belajar sambil 'berkunjung' ke lokasi pendidikan tanpa harus mengeluarkan biaya yang memberatkan," ujar Heri Suryono dalam sebuah pernyataan resmi. Ia menekankan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk kemajuan, namun pelaksanaannya harus tetap manusiawi dan tidak membebani orang tua murid.
"Penggunaan media daring atau teknologi dalam pembelajaran dinilai lebih hemat biaya namun tetap memberikan wawasan yang luas bagi siswa," tambahnya. Dengan demikian, siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang sama dengan kunjungan fisik, namun dengan biaya yang lebih rendah dan akses yang lebih luas.
Usulan ini muncul sebagai respons terhadap isu pelaksanaan studi wisata di Pemalang yang menuai protes dari berbagai pihak karena biaya yang dikeluarkan dianggap memberatkan. DPC 234SC Pemalang berharap solusi ini dapat menjadi alternatif yang lebih modern dan efisien dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah.
Heri Suryono juga menekankan bahwa solusi tur virtual ini dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Pemalang untuk mengadopsi teknologi dalam proses pembelajaran. "Dengan demikian, kita dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan membuat pendidikan lebih aksesibel bagi semua lapisan masyarakat," tutupnya.
DPC 234SC Pemalang berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Pemalang dan berharap solusi tur virtual ini dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam mencapai tujuan tersebut.



Social Footer