KAB.SEMARANG // FAKTA88.CO.ID // Babak baru penguatan ekonomi kerakyatan berbasis perdesaan resmi dimulai. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) secara nasional. Peresmian monumental ini dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5).
Peluncuran yang digelar secara hibrida (daring dan luring) ini menjadi sinyal kuat sinergi pemerintah pusat, daerah, hingga komando kewilayahan TNI dalam menyukseskan program strategis nasional.
Kabupaten Semarang Respons Cepat Target Nasional
Dari ruang virtual di Kecamatan Bergas, jajaran Forkopimda Kabupaten Semarang turut saksi jalannya peresmian. Hadir langsung Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Dandim 0714/Salatiga Letkol Inf Fajar Hapsari Nugroho, serta Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menegaskan komitmen penuh daerahnya dalam mengejar target pembangunan KDMP. Dari total target 235 desa/kelurahan di Kabupaten Semarang, progres di lapangan menunjukkan tren yang sangat positif.
"Saat ini sudah ada 88 unit koperasi yang selesai dibangun. Sebanyak 124 unit sedang dalam proses konstruksi, sementara sisanya sedang kami akselerasi dalam tahap penyiapan lahan yang klir dari status Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B)," ujar Ngesti Nugraha.
Ngesti menekankan bahwa KDMP tidak dirancang untuk menjadi kompetitor usahawan lokal, melainkan sebagai motor penggerak ekonomi warga.
"Kedepan, Koperasi Merah Putih wajib bermitra dan menjadi distributor utama bagi warung atau toko kecil di desa. Kami tidak ingin koperasi ini mematikan usaha rakyat yang sudah ada, melainkan harus menghidupkannya," tegas Bupati.
Pemkab Semarang juga menjamin karpet merah bagi kemudahan perizinan investasi, termasuk mengintegrasikan logistik koperasi dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
TNI Kawal Pembangunan Fisik dan Akuntabilitas
Komitmen penyelesaian proyek ini juga mendapat pengawalan ketat dari jajaran TNI AD. Dandim 0714/Salatiga, Letkol Inf Fajar Hapsari Nugroho, menyatakan personelnya terus bersinergi di lapangan guna mengurai kendala administratif dan teknis lahan.
"Tugas utama TNI adalah memastikan pembangunan fisik koperasi berjalan tepat waktu dan tepat mutu. Setelah fase launching ini, seluruh pengelolaan aset akan diserahkan penuh kepada pemerintah daerah dan masyarakat secara transparan serta akuntabel," kata Letkol Inf Fajar.
Bergas Kidul Jadi Percontohan: Tiga Bulan Beroperasi Mandiri
Kesiapan riil di tingkat tapak ditunjukkan oleh Desa Bergas Kidul. Kepala Desa Bergas Kidul, Heri Nugroho, mengungkapkan bahwa KDMP di wilayahnya tidak lagi sekadar bersiap, namun sudah mencatatkan aktivitas ekonomi nyata. Koperasi mereka telah berjalan mandiri selama tiga bulan terakhir dengan menyuplai bahan baku di tiga titik program MBG.
"Untuk operasional logistik dalam skala yang lebih besar, kami saat ini sedang bersiap dan menunggu instruksi teknis dari PT Agrinas Pangan Nusantara," jelas Heri.
Guna memastikan keberlanjutan usaha dan profesionalisme pengurus lokal, manajemen tata kelola KDMP akan dikawal ketat secara profesional. Selama dua tahun pertama, PT Agrinas Pangan Nusantara bersama pemerintah desa, pengurus koperasi, dan Babinsa akan melakukan pendampingan manajemen secara melekat (coaching). Langkah ini diambil agar saat masa transisi selesai, SDM desa telah siap mengelola aset secara mandiri dan profesional.*****
PEWARTA : S
EDITOR : SYT



Social Footer