Breaking News

Menko Pangan Tegaskan Koperasi Merah Putih Bukan Supermarket, Jadi Motor Ekonomi Desa dan Program Makan Bergizi Gratis

KABUPATEN SEMARANG // FAKTA88.CO ID // 
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dirancang khusus sebagai infrastruktur pemerintah untuk menggerakkan ekonomi arus bawah [teks]. Kehadiran koperasi ini murni untuk memperkuat ketahanan pangan desa, bukan untuk bersaing dengan jaringan ritel modern swasta.
"KDKMP bukan supermarket. Dia infrastruktur pemerintah untuk penyaluran bansos sekaligus sebagai offtaker (penyerap hasil bumi). Jadi beda sama Alfamart atau Indomaret. Lain," ujar Zulkifli Hasan saat memberikan keterangan media di Lapangan Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Sabtu (27/6/2026) siang.
Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela acara penandatanganan komitmen dukungan DPP Persatuan Perangkat Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) terhadap program Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto [teks]. Program nasional tersebut menitikberatkan pada pembangunan dari wilayah pinggiran dan desa guna mewujudkan pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.
PAPDESI Desak SPPG Libatkan Produk Lokal
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP PAPDESI, Wargiyati, memperkuat fungsi strategis koperasi bentukan pemerintah ini [teks]. Menyerap aspirasi dari seluruh perangkat desa, PAPDESI mendorong penuh agar KDKMP diprioritaskan menjadi pemasok utama bahan baku dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
 Langkah ini dinilai menjadi kunci utama dalam menghidupkan roda ekonomi pedesaan .
"Berdasarkan aspirasi anggota, KDKMP harus menjadi pemasok bahan baku dapur MBG agar perekonomian di desa dapat berkembang," cetus Wargiyati .
Lebih lanjut, Wargiyati memberikan peringatan keras kepada pihak Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) agar tidak memonopoli pasokan atau menutup pintu bagi produk lokal hasil keringat warga desa .
"Kalau ada SPPG yang menolak pasokan bahan baku dari Koperasi Desa Merah Putih dan BUMDes, laporkan!" tegasnya .
Ekonomi Jateng Tumbuh Positif, Lampaui Nasional
Semangat penguatan pangan dari desa ini berjalan beriringan dengan performa makroekonomi Jawa Tengah yang mencatatkan rapor hijau [teks]. Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi di wilayahnya pada Triwulan I-2026 sukses menyentuh angka 5,89 persen [teks]. Angka ini berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen.
Hingga saat ini, penetrasi infrastruktur pendukung di Jawa Tengah tercatat sangat masif, di antaranya:
  • 8.523 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbentuk.
  • 63 unit KDKMP telah berkolaborasi aktif dengan SPPG.
  • 53 unit telah membangun kemitraan komersial dengan BUMDes.
  • 278 unit telah bersinergi dengan Bulog dengan total nilai kerja sama menembus lebih dari Rp17 miliar.
  • 4.328 unit SPPG tercatat sudah berdiri fisik, dengan 2.165 unit di antaranya telah beroperasi secara resmi untuk melayani masyarakat.
Agenda strategis di Kabupaten Semarang ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Desa PDT Yandri Susanto, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Said Iqbal, dan anggota DPR RI Muhammad Hatta.
Turut hadir pula Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Wakil Bupati Nur Arifah, serta ratusan perwakilan perangkat desa dari seluruh penjuru Jawa Tengah.

Type and hit Enter to search

Close