Breaking News

Disdikpora Pemalang Tegaskan Kurikulum Harus Berdampak Nyata, Bukan Sekadar Dokumen Administrasi

Pemalang // FAKTA88.CO.ID // Jawa Tengah - Pemerintah Kabupaten Pemalang terus berupaya melakukan transformasi mutu pendidikan di semua jenjang. Komitmen tersebut diwujudkan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pemalang dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kurikulum yang menitikberatkan pada penguatan literasi, numerasi, dan karakter peserta didik jenjang PAUD, SD, dan Pendidikan Kesetaraan.

Kegiatan penting ini diselenggarakan di Hotel The Winner Pemalang, pada Selasa (6/10/2026). Bimtek secara resmi dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pemalang, Ismun Hadiyo.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang merupakan garda terdepan pendidikan di wilayah, yakni para Koordinator Wilayah Kecamatan (KWK) se-Kabupaten Pemalang, para pengawas SD, Kepala TK Negeri Pembina, Ketua IGTKI Kecamatan Pemalang, Ketua HIMPAUDI Kecamatan Pemalang, serta Ketua FK-SPNF Kabupaten Pemalang.

Bimtek yang dilaksanakan selama dua hari, terhitung mulai tanggal 6 sampai dengan 7 Oktober 2026 ini, menghadirkan narasumber kompeten dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, yaitu Nina Purnamasari, S.H.

Dalam sambutannya, Ismun Hadiyo memberikan penegasan yang sangat fundamental. Ia mengatakan bahwa penguatan kurikulum tidak boleh hanya berorientasi pada pemenuhan dokumen administratif semata. Lebih jauh dari itu, kurikulum harus menjadi instrumen utama untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas sekaligus meningkatkan kemampuan peserta didik secara nyata.

Menurut Ismun, masih terdapat sejumlah tantangan pendidikan yang perlu mendapat perhatian serius dan penanganan bersama. Tantangan itu mulai dari ketidaksinambungan kompetensi antar sekolah dan antar jenjang pendidikan, kemampuan guru yang belum merata, masih adanya praktik perundungan di sekolah, risiko bencana yang mengancam lingkungan sekolah, hingga ketimpangan mutu antar satuan pendidikan.

“Literasi bukan hanya kemampuan membaca, tetapi kemampuan memahami dan menggunakan informasi. Numerasi bukan hanya kemampuan berhitung, tetapi kemampuan menggunakan penalaran untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan,” jelas Ismun dengan gamblang.

Selain literasi dan numerasi, penguatan karakter juga menjadi perhatian penting yang ditekankan. Peserta didik diharapkan memiliki sikap tanggung jawab terhadap tugasnya, memiliki kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama dengan orang lain, serta mampu menghargai orang lain.

Ismun mengemukakan, ketiga aspek tersebut, yaitu literasi, numerasi, dan karakter, harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran dan harus saling berkaitan.

Selanjutnya, ia mengingatkan pentingnya kesinambungan pembelajaran antar jenjang pendidikan. Fondasi yang dibangun pada jenjang PAUD harus menjadi bekal yang kuat dan bermakna bagi peserta didik ketika memasuki jenjang SD. Demikian pula pembelajaran di SD harus menjadi dasar yang kokoh untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

“Yang perlu kita pastikan adalah keselarasan antara capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, proses pembelajaran, dan asesmen,” ujarnya.

Dikatakannya, kurikulum harus mampu menyesuaikan kebutuhan peserta didik, bukan sebaliknya peserta didik yang dipaksa menyesuaikan kurikulum. Setiap anak memiliki kemampuan, potensi, dan kebutuhan yang berbeda, sehingga pembelajaran dan asesmen harus mampu mengakomodasi keberagaman tersebut secara bijak.

Selain peningkatan kompetensi akademik, sekolah juga harus menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang. Karena itu, penguatan karakter perlu berjalan beriringan dengan upaya pencegahan perundungan dan peningkatan kesiapsiagaan terhadap risiko bencana.

Ismun berharap pelaksanaan Bimtek tidak berhenti pada penyusunan dokumen kurikulum saja, tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap praktik pembelajaran di satuan pendidikan.

“Kita lihat kembali kurikulum kita, pembelajaran kita, dan asesmen kita. Apakah semua itu sudah benar-benar membantu anak kita belajar dan berkembang, jika belum, mari kita perbaiki bersama,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia minta agar Tim Pengembang Kurikulum menghasilkan dokumen yang sederhana, jelas, operasional, dan mudah diterapkan oleh satuan pendidikan.

“Keberhasilan kita bukan diukur dari banyaknya dokumen yang kita buat. Keberhasilan kita diukur dari perubahan pada peserta didik,” pungkasnya.

Type and hit Enter to search

Close